Bahasa menunjukkan bangsa, itulah ungkapan yang pas
untuk fungsi bahasa dalam kehidupan kita. Bahasa tidak saja sebagai alat
komunikasi antar pengguna bahasa itu, tetapi lebih dari itu, bahasa mencerminkan
kepribadian pemiliknya. Itulah sebabnya panitia seleksi pemilihan duta bahasa,
tidak hanya memilih kemampuan berbahasanya, tetapi juga penampilan yang menarik
bagi calon duta bahasa.
Solopos.com dalam rilisnya menyebutkan, Demi bisa
turut serta dalam pemilihan duta bahasa tingkat nasional, Balai Bahasa Provinsi
Jawa Tengah menyelenggarakan Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah. Penguasaan
bahasa Indonesia, Jawa, dan Inggris bukan syarat mutlak memenangi pemilihan
itu. Penampilan menarik juga menjadi hal yang wajib dimiliki duta bahasa.
Sebanyak 133 warga Jateng meminati pemilihan duta
bahasa itu. Mereka telah mengikuti serangkaian tes di Semarang, September 2014
lalu, sehingga Balai Bahasa memutuskan hanya 40 orang dari mereka yang berhak
maju ke babak final yang diselenggarakan di Move Megaland Hotel Solo,
Selasa-Kamis (7-9/10/2014).
Ketua Pelaksana Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah
2014, Ema Rahardian, mengutarakan 40 pasang finalis yang terpilih sebelumnya
telah lolos seleksi administrasi, uji kemahiran berbahasa Indonesia, dan wawancara.
Di samping dituntut piawai menguasai bahasa Indonesia, Jawa, dan Inggris,
mereka juga wajib berpenampilan menarik.
“Hasil seleksi peserta kami karantina dan adu untuk
menentukan tiga pasangan terbaik dan favorit. Pemenang pertama akan menyandang
predikat Duta Bahasa Jawa Tengah 2014 dan berhak mengikuti seleksi lanjutan di
Jakarta, akhir Oktober,” jelasnya saat berbincang di sela-sela acara, Rabu
(8/10/2014).
Ema menuturkan selama masa karantina para finalis
mendapatkan pembekalan materi di luar kebahasaan untuk meningkatkan daya saing
peserta, di antaranya kesantunan berbahasa (Harun Joko Prayitno) dan
pembangunan karakter (Febri Hapsari Dipokusumo). “Selain memahami penggunaan
bahasa, pembangunan karakter penting untuk bekal peserta agar mereka memiliki
kepribadian yang baik,” terangnya.
Selepas mendapatkan pembekalan, kepiawaian peserta
berbahasa dan menerapkan pembekalannya diuji di hadapan tim juri. Para juri itu
adalah Agus Sudono (peneliti bahasa Jawa Tengah), Soepardjo (Ketua Jurusan
Sastra Daerah UNS Solo), Hanifan Fuadi Fathul Mubin (Duta Bahasa Nasional
2011).
Menurut Ema, serangkaian tugas telah menanti para
penyandang gelar Duta Bahasa Jawa Tengah 2014 di antaranya menjadi mitra Balai
Bahasa Jawa Tengah, pewara, narasumber berbagai seminar, juri pemilihan duta
bahasa, dan membuat agenda bahasa mandiri di daerah asal. Penetapan Duta Bahasa
Jawa Tengah, dilaksanakan di tempat yang sama, Kamis (9/10/2014) pagi.
Share this post
0 Response to "Balai Bahasa Jateng Seleksi Duta Bahasa"
Post a Comment
mugi panjenengan kepareng paring panyaruwe saha wawasan
0 Response to "Balai Bahasa Jateng Seleksi Duta Bahasa"
Post a Comment
mugi panjenengan kepareng paring panyaruwe saha wawasan